BARANG TAMBANG MATERIAL LOGAM DAN NON LOGAM
A.
Barang
Tambang Mineral Logam
1.
Emas
Emas adalah logam mulia yang tahan karat dan tidak bereaksi
dengan asam. Bijih emas biasanya keluar bersamaan dengan perak pada saat
gunung meletus. Emas digunakan untuk membuat perhiasaan seperti kalung,
cincin, dan gelang. Angka karat emas tertinggi adalah 24 karat.
2.
Timah
Timah merupakan logam berwarna putih dan mudah
ditempa. Timah berasal dari bijih timah yang tersimpan di dalam
bumi. Bijih timah yang mengendap pertama kali disebut timah
primer. Timah digunakan untuk membuat kaleng makanan, pembuatan cat, bahan
pembuat aki/baterai, pelindung kabel listrik, dan pembungkus rokok atau
cokelat.
3.
Tembaga
Tembaga merupakan logam lunak yang mudah ditempa. Kawat
tembaga mudah ditekuk dan tidak berkarat. Manusia mengenal tembaga sebelum
mengenal besi. Tembaga digunakan sebagai bahan campuran, yaitu :
·
Tembaga
+ Timah → Perunggu
·
Tembaga
+ Seng → Kuningan
Tembaga juga digunakan sebagai kawat penghantar listrik dan
peralatan listrik, juga untuk alat-alat mobil, senjata, dan sebagainya.
4.
Aluminium
Aluminium merupakan logam yang paling banyak kandungannya di
dalam kerak bumi. Aluminium memiliki sifat antara lain : berwarna putih, tahan
karat, ringan, serta mudah menghantarkan panas. Aluminium diambil dari
kerak bumi dalam bentuk bauksit. Aluminium digunakan untuk peralatan
dapur, bahan bangunan, badan pesawat terbang, kapal laut, serta uang
logam.
5.
Besi
Besi merupakan logam kedua terbesar kandungannya dalam kerak
bumi. Besi dikenal sejak + 6000 tahun. Pemisahan besi dari bijih besi
dilakukan melalui pemanasan dengan suhu tinggi. Bijih besi dimanfaatkan
sebagai bahan pembuat gerbong kereta api, rel kereta api, mobil, kerangka
gedung, kapal laut, senjata, dan sebagainya.
6.
Nikel
Logam ini bersifat keras, tetapi tidak berkarat. Apabila
bijih nikel dicampur dengan tembaga maka akan menjadi kuningan dan
perunggu. Bijih nikel juga digunakan sebagai bahan pembuat uang logam.
B.
Barang
Tambang Mineral Non Logam
Mineral non logam adalah kelompok komoditas mineral yang
tidak termasuk mineral logam, batubara, maupun mineral energi lainnya (tidak
dapat menghantarkan listrik). Mineral non logam biasa disebut juga sebagai
bahan galian non logam atau bahan galian industri atau bahan galian golongan C.
Bahan galian non logam mudah dicari dan pengusahaannnya pun
tidak membutuhkan modal yang besar, teknologi yang rumit maupun waktu yang lama
untuk eskplorasi, sehingga sangat cocok digunakan untuk mendorong perekonomian
rakyat.
Barang
tambang mineral non logam dikelompokkan menjadi 4 golongan, yaitu :
1. Bahan galian bangunan meliputi granit,
andesit, marmer, onik, batu apung, pasir, batu, serta aspal. Andesit
banyak ditemukan di Sumatra Barat, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Marmer
banyak ditemukan di Sumatra Barat, Lampung, dan Jawa Timur. Batu apung
banyak ditemukan di Kalimantan Barat dan P. Lombok. Pasir banyak
ditemukan di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
2. Bahan galian mineral industri
meliputi bentonit, barit, diatome, dolomit, magnesit, fosfat, belerang, batu
gamping, talk, dan zeolit. Magnesit banyak ditemukan di
Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua, dan P. Flores. Belerang
banyak ditemukan Sumatra Utara, Jawa Barat, Jawa timur, dan Sulawesi Utara. Batu
gamping banyak ditemukan di Aceh, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, P. Jawa,
P. Sumba dan Sumbawa, P. Timor, dan Papua.
3. Bahan galian mineral keramik
meliputi pasir kuarsa, bond clay, perlif, dan kaolin. Pasir
kuarsa banyak ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Barat, Riau, P. Bangka,
dan Papua. Perlif banyak ditemukan di P. Sumbawa dan Lampung. Kaolin
banyak ditemukan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.
4. Bahan galian batu permata meliputi intan
yang banyak ditemukan di Riau, safir di Kalimantan Timur dan Kalimantan
Tengah, giok di Aceh, Jawa Tengah, Sulawesi Tenggara, dan P. Halmahera,
serta granit banyak ditemukan di Sumatra Barat dan Kalimantan Barat.